Psikologi Perkembangan

PENGARUH LINGKUNGAN SEKITAR TERHADAP
PERKEMBANGAN FISIK DAN PSIKIS PADA REMAJA AKHIR
(KAJIAN TEORITIS DAN APLIKATIF)

Tugas Akhir
Psikologi Perkembangan

Oleh:
MUJTAHID LUTFI
NIM. 08110005

JURUSAN TARBIYAH
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2009

BAB I
PENDAHULUAN

Segala puji dan syukur hanyalah milik Allah Swt semata. Rabb yang telah menciptakan manusia dengan sempurna. Dia pula yang memberikan segala potensi pada diri manusia, sehingga manusia dapat berkembang dan melangsungkan hidup dengan sempurna pula. Sholawat serta salam, mudah-mudahan tetap tercurahkan kepada uswah dan bapak peradaban umat manusia. Karena beliau kita dapat bersosialisasi dengan masyarakat secara baik dan benar.
Makalah yang sederhana ini berjudul ”Pengaruh Lingkungan Sekitar Terhadap Perkembangan Fisik dan Psikis Pada Remaja Akhir (Kajian Teoritis dan Aplikatif)”, yang akan membahas perihal perkembangan manusia, khususnya perkembangan manusia pada fase remaja akhir, yang rentang usianya antara 17-21 tahun. Pada kenyataannya, lingkungan sekitar sangat mempengaruhi perkembangan remaja akhir tersebut. Penulis mencoba mengkaji perkembangan fisik dan psikis (IQ, EQ dan SQ) pada fase remaja akhir dalam kajian teoritsis, kemudian mengkorelasikan dengan temuan-temuan dilapangan (hasil observasi). Pokok pembahasan dalam makalah ini menitik beratkan pada pengaruh lingkungan sekitar terhadap perkembangan fisik dan psikis (IQ, EQ dan SQ) remaja akhir.
Mudah-mudahan dengan hadirnya makalah yang sederhana ini dapat memberikan sedikit kontribusi bagi khazanah keilmuan, khususnya yang membahas masalah perkembangan manusia. Tiada gading yang tak retak, tiada pula karya tulis yang sempurna. Penulis  berharap kepada para pembaca budiman akan kritik, saran dan perbaikan terhadap makalah ini. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini menjadi amal sholeh. Amin.

Penulis
Mujtahid Lutfi
BAB II
PEMBAHASAN

1.    PENGERTIAN.
Dalam Kamus Bahasa Indonesia Komtemporer, perkembangan adalah perihal berkembang. Sedangkan menurut istilah, para pakar psikologi berbeda pandangan. Secara sederhana Seifert & Hoffnung mengatakan perkembangan sebagai “Long-term changes in a person’s growth, feelings, patterns of thinking, social relatiaonships, and motor skills” . Menurut Boring, Langfeld dan Weld dicakup dalam satu kata, yaitu; “kematangan”. Alasannya manusia itu disebut “matang” jika fisik dan psikisnya telah mengalami pertumbuhan dan perkembangan sampai pada tingkattingkat tertentu.
Herbert Sorenson dalam bukunya Psichology In Education, mengatakan bahwa, perkembangan adalah suatu proses perubahan yang lebih mencerminkan sifat-sifat gejala psikologis yang nampak.(Lihat Romlah, Diktat; Psikologi Perkembangan, hlm. 15).
Maka pertumbuhan dan perkembangan manusia adalah proses pematangan pada aspek fisik dan psikis, yang meliputi pematangan organ-organ tubuh, tingkat kecerdasan intelektual, kematangan emosional dan pemantapan aspek spiritual yang tergambar pada gejala-gejalanya secara nyata.
Istilah remaja dalam bahasa latin di kenal dengan “adolescence”, yang berarti tumbuh menjadi dewasa atau dalam perkembangan menjadi dewasa.
Jadi remaja adalah fase pertumbuhan dan perkembangan manusia pada tingkat hampir kedewasaan. Organ-organ tubuhnya sudah mengalami pematangan yang lebih dan tingkat keremajaannya sudah terlihat jelas. Hal tersebut ditandai dengan pertumbahan dan perkembangan fisik dan psikis (IQ, EQ dan SQ) yang lebih matang dan hampir sempurna. Dan yang lebih penting lagi, pertumbuhan dan perkembangan pada fase remaja akhir ini dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Lingkungan memiliki peranan yang sangat penting dalam mengisi pertumbuhan dan perkembangannya.
2.    PERKEMBANGAN DALAM KAJIAN KONSEP.
Manusia adalah makhluk yang dinamis, selalu berubah-ubah, baik dari segi fisik maupun psikisnya. Di dalam perubahan-perubahan tersebut terdapat banyak faktor yang mempengaruhi perubahannya. Mulai dari faktor genetik, pola makan, gaya hidup dan lingkungan sekitarnya.
Konsep perkembangan manusia secara sederhana Chaplin mengartikan sebagai rentang-hidup (life span). Sebagai kehidupan organisme secara individual sejak lahir sampai mati. Perkembangan tersebut dimulai sejak adanya kelahiran bayi ke dunia ini, kemudian mengalami masa kanak-kanak, remaja, dewasa dan usia lanjut. Setelah itu mengalami masa “kematian” dan disinilah titik terakhir dari perkembangan manusia.
Di dalam kajian psikologi Islam, pertumbuhan dan perkembanagn manusia di abadikan dalam kitab suci al-Qur’an. Pertumbuhan dan perkembangan manusia dimulai sejak terjadinya pembuahan sperma dan ovum di dalam kandungan (rahim), kemudian masa kehidupan di dunia dan berakhir pada kehidupan di akhirat.
Firman Allah Swt:
ô‰s)s9ur $oYø)n=yz z`»|¡SM}$# `ÏB 7′s#»n=ߙ `ÏiB &ûüÏÛ ÇÊËÈ   §NèO çm»oYù=yèy_ ZpxÿôÜçR ’Îû 9‘#ts% &ûüÅ3¨B ÇÊÌÈ   ¢OèO $uZø)n=yz spxÿôܑZ9$# Zps)n=tæ $uZø)n=y‚sù sps)n=yèø9$# ZptóôÒãB $uZø)n=y‚sù sptóôÒßJø9$# $VJ»sàÏã $tRöq|¡s3sù zO»sàÏèø9$# $VJøtm: ¢OèO çm»tRù’t±Sr& $¸)ù=yz tyz#uä 4 x8u‘$t7tFsù ª!$# ß`|¡ômr& tûüÉ)Î=»sƒø:$# ÇÊÍÈ   §NèO /ä3¯RÎ) y‰÷èt/ y7Ï9ºsŒ tbqçFÍh‹yJs9 ÇÊÎÈ   ¢OèO ö/ä3¯RÎ) tPöqtƒ ÏpyJ»uŠÉ)ø9$# šcqèWyèö7è? ÇÊÏÈ
Artinya; “Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik. Kemudian, sesudah itu, Sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, Sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat”. (Qs. Al-Mukminun/23: 12-16)
uqèd “Ï%©!$# Nà6s)n=s{ `ÏiB 5>#tè? §NèO `ÏB 7pxÿõܜR §NèO ô`ÏB 7ps)n=tæ §NèO öNä3ã_̍øƒä† WxøÿÏÛ §NèO (#þqäóè=ö7tFÏ9 öNà2£‰ä©r& ¢OèO (#qçRqä3tFÏ9 %Y{qãŠä© 4 Nä3ZÏBur `¨B 4’¯ûuqtGム`ÏB ã@ö6s% ( (#þqäóè=ö7tFÏ9ur Wxy_r& ‘wK|¡•B öNà6¯=yès9ur šcqè=É)÷ès? ÇÏÐÈ
Artinya; “Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya)”. (Qs. Al-Mukmin/Ghofir/40: 67)
Hadits Nabi Saw:
Artinya: “Bahwasanya seorang kamu dihimpunkan kejadiannya dalam perut ibu mu selama 40 hari, kemudian menjadi ‘alaqoh (segumpal darah), seumpama demikian (selama 40 hari). Kemudian menjadi segumpal daging seumpama demikian (selama 40 hari). Kemudian Allah Swt mengutus malaikat, maka diperintahkan kepadanya untuk mencatat empat perkara; engkau tulislah amalannya, rizekinya, ajalnya dan celaka atau bahagianya. Kemudian ditiupkanlah ruh kepadanya (makhluk itu)”. (HR. Bukhori)
Dengan demikian jelaslah bahwa manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan fase dan tingkatan perkembangannya masing-masing. Pertumbuhan dan perkembangan dimulai dari pembuahan di dalam kandungan, kemudian terlahir kedunia ini dan selanjutnya mengalami fase kematian. Pertumbuhan dan perkembangan tersebut tentunya meliputi pertumbuhan fisik dan perkembangan psikis (IQ, EQ dan SQ).
3.    CIRI-CIRI PERKEMBANGAN REMAJA AKHIR (KAJIAN TEORITIS).
Dalam pertumbuhan dan perkembangannya, remaja akhir memiliki ciri-ciri tersendiri. Ciri-ciri tersebut meliputi aspek fisik (jasmani) dan aspek psikis (emosi dan ruhani). Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
a.    Ciri-ciri aspek fisik (jasmani).
Dalam aspek fisik (jasmani) ciri-ciri remaja akhir tidak jauh berdeda dengan ciri-ciri remaja awal, hanya saja aspek fisik (jasmani) lebih matang dari sebelumnya. Ciri-ciri tersebut adalah; (1) adanya peningkatan berat badan dari sebelumnya, (2) organ-organ tubuh lebih matang, khususnya organ seksualitas dan reproduksinya, dan (3) perubahan dari segi postur tubuh; wajah lebih terlihat dewasa, perawakan lebih besar, dan munculnya ciri khas pribadi fisik, seperti hidungnya mancung dan lain-lain.
b.    Ciri-ciri aspek psikis (emosi dan ruhani).
Dalam aspek psikis, ciri-ciri remaja akhir dikategorikan menjadi tiga bagian. Pertama, ciri-ciri perkembangan intelektual (IQ) meliputi; (1) pertumbuhan otak mengalami kematangan, (2) tingkat penalarannya lebih jitu dan dalam pengaplikasian ilmu pengetahuannya lebih efisien, dan (3) cara pandangnya lebih luas dan realistis.
Kedua, ciri-ciri perkembangan emosional (EQ) meliputi; (1) kestabilannya bertambah, tidak labil, (2) lebih matang (tidak emosional) dalam menghadapi berbagai masalah, (3) kurangnya ketergantungan dengan orang lain (lebih independen), (4) menyukai lambang-lambang keremajaan; suka berkumpul dengan teman sebaya, merokok, suka bergadang, suka berhias dan lain-lain. (5) tidak cemas, tidak mudah marah dan funny,(6) punya ketertarikan kepada lawan jenis (pria maupun wanita), suka berkasih sayang dan bercinta.
Ketiga, ciri-ciri perkembangan spiritual (SQ) meliputi; (1) adakalanya mengalami kegoncangan atau ketidak-stabilan dalam beragama (konversi agama; konflik aqidah), (2) mampu memikul tanggung-jawab keberagamaannya, (3) mendalami ajaran yang dianutnya (praktik keberagamaannya lebih matang; sholat, puasa, zakat dan hajji), (4) lebih terbuka dengan faham-faham yang berbeda (toleransi beragama), (5) mendalami nilai-nilai aspek kepercayaannya; suka menolong, bertutut bijak, atau penerapan aspek akhlak.
4.    HASIL OBSERVASI (KAJIAN APLIKATIF).
a.    Deskripsi Hasil Observasi.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis melakukan observasi dengan mengambil dua narasumber (responden) yang berbeda latar belakangnya. Setelah melakukan observasi secara mendalam, penulis dapat mengetahui perkembangan fisik dan psikis kedua responden tersebut. Adapun hasil observasi tersebut adalah sebagai berikut:
§    Responden Pertama (Laki-laki):
Pertama, Perkembangan Fisik (Tubuh): secara umum, responden pertama ini pertumbuhan fisiknya berkembang secara alami dan normal. Tidak ada masalah dengan pertumbuhan fisiknya. Dia juga senang berolah raga; sepak bola, bulu tangkis dan “angkat-angkat”. Dia mensyukuri apa yang diberikan Tuhannya berupa fisik tersebut. Dia PeDe dengan tubuhnya (fisiknya).
Kedua, Perkembangan Intelektual (IQ): secara umum, dia anak yang tingkat keceerdasannya rata-rata. Meski tidak suka membaca, tetapi dia ulet dan suka dengan perangkat komputer. Wawasan keilmuan dan pola berfikirnya masih standart (normal).
Ketiga, Perkembangan Emosional (EQ): meskipun terkadang suka mengeluh, menyendiri bahkan frustasi ketika menghadapi masalah, tetapi perkembangan emosionalnya masih bisa dibilang normal. Dia juga tertarik dengan lawan jenis, namun wujud percintaannya masih dalam batas norma-norma kesusilaan.
Keempat, Perkembangan Spiritual (SQ): Dia hidup dilingkungan yang kondusif, latar belakang keluarganya dan pendidikannya juga baik. Pola keberagamaannya masih normal, sesuai dengan fase perkembangannya. Dia juga meyakini, bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Segalanya, penciptanya dan yang wajib dia sembah. Rukun-rukun Islam dijalankan dengan normal. Dari segi akhlak dalam kehidupan sehari-hari juga terbilang baik.
§    Responden Kedua (Perempuan):
Pertama, Perkembangan Fisik (Tubuh): Dia adalah perempuan yang terbilang normal dalam segi fisiknya. Meskipun terlihat kurus. Akan tetapi dia tetap PeDe dengan semua itu. Dia tidak suka berolah-raga.
Kedua, Perkembangan Intelektual (IQ):  Dia tidak begitu suka membaca, tetapi tingkat kecerdasan intelektualnya normal. Pola berfikirnya juga sudah luas dan realistis. Meskipun tidak pernah mendapat juara dan peringkat diatas lima.
Ketiga, Perkembangan Emosional (EQ): Dia adalah perempuan yang tingkat emosionalnya normal. Meskipun terkadang dalam menghadapi masalah mengalami “kesulitan”. Dalam pertemanan dengan teman-temannya, dia dikenal baik dan bisa bersosialisasi dengan lainnya. Dia juga tertarik dengan lawan jenis, meskipun cara bercintanya masih dalam koridor nilai-nilai kesusilaan.
Keempat, Perkembangan Spiritual (SQ): Dia adalah seorang yang dikenal dengan istilah “akhwat”. Pola keberagamaannya sudah matang. Praktik keagamaannya juga normal-normal saja. Sikap dalam kehidupan sosialnya tercermin melalui akhlak-akhlak-nya.

b.    Permasalahan (Korelasi Kajian Teoritis dan Aplikatif).
Setelah mengkorelasikan antara kajian teori dan temuan di lapangan, maka penulis dapat menggambarkan secara umum tentang pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikis kedua responden tersebut. Kesimpulan sementara adalah kedua responden tersebut masih normal dan sesuai dengan tingkat atau fase pertumbuhan dan perkembangannya.
Pola pertumbuhan dan perkembangan kedua responden tersebut dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Lingkungan yang kondusif sangat berperan aktif dalam mengawal dan menjaga pertumbuhan dan perkembangan kedua responden tersebut.
Dalam konsep pertumbuhan dan perkembangan manusia, khususnya pada fase remaja akhir, ada dua faktor yang sangat mempengaruhinya. Kedua faktor tersebut adalah sebagai berikut:
a.    Faktor Organ Tubuh yang meliputi; masa dalam kandungan, apakah bayi mendapatkan asupan gizi yang baik dan sehat atau tidak, masa kelahiran dan awal pertumbuhannya, apakah dia mengalami goncangan atau traumatik atau cacat akibat kecelakaan dan pengaruh psikologis lainnya, seperti kurang kasih sayang atau pola asuh yang salah.
b.    Faktor Fisik dan Psikis yang meliputi; heriditas; faktor genetik atau chromosomes, dan  lingkungan; keluarga, sekolah dan teman sebaya.
Karenanya, kita harus menciptakan lingkungan yang kondusif dan menyiapkan segala hal, termasuk siap mental, pola makan sehat pada fase kehamilan dan kelahiran serta menerapkan pola asuh yang benar.

5.    SOLUSI DAN SARAN.
Berdasarkan hasil analisa diatas (pencocokan kajian teoritis dan hasil observasi), maka dapat diketahui bahwa pertumbuhan dan perkembangan manusia, khususnya pada fase remaja akhir sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Meskipun terkadang masih ada faktor internal yang mempengaruhinya, seperti faktor genetik pembawaan sejak lahir.
Oleh karena itu, kita harus senantiasa menciptakan lingkungan yang kondusif; baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun di lingkungan bermaian (teman sebaya). Serta mempersiapkan segala sarana dan prasarana; termasuk kesiapan mental menjelang masa kehamilan dan pasca kelahiran, asupan gizi yang sehat ketika masa-masa pertumbuhan awal dan menerapkan pola asuh (didik) yang baik dan benar.
Mudah-mudahan dengan sedikit solusi ini dapat meningkatkan mutu pertumbuhan dan perkembangan bagi masa remaja akhir, baik bermutu dalam aspek fisik (jasmani) maupun aspek psikisnya (IQ, EQ dan SQ).

BAB III
KESIMPULAN
Manusia adalah makhluk yang dinamis, selalu mengalami perubahan-perubahan. Baik perubahan pada aspek fisik maupun pada aspek psikisnya. Fase remaja akhir adalah salah satu fase pertumbuhan dan perkembangan manusia. Di dalamnya terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.
Lingkungan sekitar adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Karenanya, kita harus menciptakan lingkungan yang kondusif agar pertumbuhan dan perkembangan remaja akhir menjadi jauh lebih baik dan benar.
Setelah melakukan kajian teori dan observasi, terdapat kesamaan antara teori (kajian pustaka) dengan hasil observasi, meskipun tidak 100 % sama. Hal tersebut karena pengaruh lingkungan sekitar yang sangat berperan aktif dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Wallaahua’lam.

DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an dan Terjemahannya, Departemen Agama Islam RI.
Darajat, Zakiah, 1970, Ilmu Jiwa Agama, Jakarta: Bulan Bintang.
Desmita, 2008, Psikologi Perkembangan, Bandung, PT Remaja Rosdakarya.
Mappiare, Andi, 1982, Psikololgi Remaja, Surabaya: Penerbit Usaha Nasional.
Romlah, 2007, Diktat; Psikologi Perkembangan, Program Fasilitas Peningkatan Kualitas Guru Madrasah Diniyah dan Pondok Pesantren Beasiswa Pemerintah Propinsi Bekerjasama dengan Jurusan Tarbiyah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang.
Soesilowindradini, Tanpa Tahun, Psikologi Perkembangan (Remaja), Surabaya: Penerbit Usaha Nasional.

LAMPIRAN DATA RESPONDEN

Responden Pertama    Responden Kedua
Nama        : Rizka Nala al-Maqosid
Umur        : 17 Tahun (SMK)
L/P            : Laki-laki
Anak          : Pertama dari Dua Bersaudara
Ayah         : Kadiri (SMA)
Ibu            : Umi Fadhilah (SMA)
Pekerjaan  : Keduanya Swasta
Alamat      : Jl. Raya Mulyoagung Gang.     Sido Cerah-Dau-Malang.    Nama        : Khoirul Umamah
Umur        : 20 Tahun (Mahasiswa)
L/P            : Perempuan
Anak          : Pertama dar Dua Bersaudara
Ayah         : M. Irfan (SD)
Ibu            : Siti Maisyaroh (SD)
Pekerjaan  : Keduanya Wirausaha
Alamat      : Jl. Margomulyo-Mulyoagung-Dau-Malang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s